Ujung Genteng : Surga di Ujung Jawa Barat ( Day 2 )
December 26th, 2011 § 1 Comment
Hari ini waktu banyak kami habiskan untuk bermain-main. Dari menyaksikan sunsrise dipagi hari, menelusuri pantai berjam-jam lamanya, bermain bola, bermain ombak pantai, bermain pasir pantai, hingga melepas penyu yang unyu dan hunting foto sunset. Hari yang menyenangkan
DAY 2 : Rabu, 21 Desember 2011
Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB ketika satu demi satu dari kami mulai terbangun dari tidur pulasnya. Matahari masih terbenam. Rencananya hari ini kami akan menyaksikan sunrise dari pantai Ujung Genteng, sehingga kami harus bangun pagi untuk menyiapkan diri kami agar tidak melewatkan saat-saat terbitnya matahari. Sembari menunggu waktu shubuh kami menyiapkan diri untuk menyambut sunrise. Ada yang berganti pakaian, dan ada pula yang menyiapkan kamera serta aksesorisnya untuk mengabadikan momen-momen tersebut.
Waktu shubuh telah tiba dan kami pun melaksanakan sholat jamaah secara bergantian karena tempat yang tidak mencukupi. Setelah semua selesai melaksanakan sholat, kami pun keluar dari villa untuk menuju pantai dimana kami bisa menyaksikan sunrise, waktu saat itu menunjukkan sekitar pukul 04.25 WIB. Setelah berjalan menyusuri jalan dan sedikit bertanya kepada warga, akhirnya kami sampai di pantai tempat kami bisa melihat sunrise.
Sayang beribu sayang, kami tidak bisa melihat sunrise dengan jelas pagi itu karena matahari yang tertutup oleh awan. Namun hal itu tidak mencegah kami untuk tetap menikmati momen-momen terbitnya matahari sembari mengabadikan momen-momen tersebut dalam jepretan lensa kamera.
Kami berjalan menyisiri pantai sembari menikmati segarnya udara pagi hari. Di beberapa tempat kami berhenti untuk mengambil foto serta bermain dengan air laut dan para satwa yang tinggal didalamnya. Kami menemukan banyak bintang laut disana, yang langsung mengingatkan kami pada karakter Patrick di film kartun Spongebob.
Hujan yang sempat turun cukup menimbulkan kekhawatiran bagi kami. Jarak yang cukup jauh akan membuat kami basah kuyup jika harus menerobos hujan yang cukup deras, apalagi beberapa diantara kami membawa kamera digital sehingga terlalu riskan bagi kami untuk menerobos hujan. Untung saja hujan berlangsung cukup singkat sehingga kami bisa meneruskan perjalanan kami menyusuri pantai Ujung Genteng.
Ada kejadian cukup lucu disaat kami menyusuri pantai. Saat itu kami menemukan pohon yang telah roboh dan jatuh ke arah pantai. Karena bentuk pohon yang cukup bagus untuk dijadikan tempat berfoto, akhirnya saya beserta salah satu teman saya memutuskan untuk menaiki batang pohon yang telah roboh tersebut. Celakanya, salah satu teman kami juga nekat untuk naik ke batang pohon tersebut berkat arahan sang fotographer yang mengatakan bahwa batang pohon masih kuat. Akhinya kejadian yang tak diinginkan oun terjadi. Batang pohon roboh, saya dan teman saya terjatuh dari batang pohon. Sialnya lagi, teman saya ( Lian ) yang mau naik tadi justru ketindihan pohon karena belum sempat naik dan pohon sudah roboh. Kejadian itu pun menjadi salah satu bahan bercandaan kami sepanjang perjalanan
Saat menyusuri pantai kami juga sempat melihat adanya pelangi. Karena hujan habis turun jadi wajar saja kalau kami melihat adanya pelangi disana, tapi melihat pelangin dari pantai memang sesuatu banget lah
. Di ujung pantai ( dimana kami kembal ke tempat semula ) kami menemukan banyak kapal nelayan yang sedang berlabuh menunggu giliran digunakan tuannya untuk melaut.
Setelah puas menelusuri pantai kami kembali ke villla untuk beristirahat sejenak sambil menikmati kopi di pagi hari, saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 08.30 WIB. Cukup lama juga kami menelusuri pantai, sekitar 3,5 jam an. Sambil beristirahat kami memesan makanan dari Pondok Adhi tempat kami menginap. Menunya ? tak jauh beda dari kemarin. Nasi + Telor, walaupun ada beberapa dari kami yang memesan nasi goreng dengan harga yang agak sedikit lebih mahal. maklum kantong mahasiswa
Sembari menunggu pesanan yang tak kunjung datang ( serius ini lama banget pesenanya datangnya ) kemi memutuskan untuk bermain bola di halaman villa. Walaupun lapangannya tidak cukup besar dan banyak bebatuan disana-sini, tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk berolahraga di pagi hari. Setelah menunggu selama kurang lebih 1 jam, akhirnya masakan pesanan kami tiba juga. Kami pun langsung makan dengan lahapnya, akibat rasa lapar yang tak tertahankan setelah menelusuri pantai sepanjang pagi. Makanan yang dihidangkan pun habis dalam sekejap.
Setelah makan selesai, jadwal selanjutnya adalah mandi. Karena kamar mandir yang cuman berjumlah 1 buah, kami pun mandi secara bergantian. Kami berencana untuk check out sebelum jam 12, karena jika lebih dari jam 12 dikenakan charge tambahan 50% atau 150 ribu rupiah, cukup mahal juga. Sembari menunggu teman-teman mandi, yang lainnya mengepack barangnya dan memeriksa semua barang untuk menjamin bahwa tidak ada barang yang ketinggalan, repot juga kalau ada barang yang ketinggalan.
Pada akhirnya kita keluar dari villa sekitar jam 12.30, untung sama mas nya yang jaga boleh ditelatin dikit, karena cuman nunggu yang mandi aja sih tadi. Tujuan kami selanjutnya adalah Pantai Pangumbahan. Pantai Pangumbahan adalah pantai yang merupakan tempat konservasi penyu hijau yang dilindungi, pantai tersebut juga sering digunakan oleh turis asing untuk surfing karena ombaknya yang memang cukup besar. Oh ya, pasir di pantai pangumbahan membentang sepanjang 2,4 KM , jadi kalau dilihat hampir serasa di gurun saja.
Perjalanan ke Pantai Pangumbahan yang berjarak sekitar 5 KM dari Pondok Adhi kami tempuh dengan berjalan kaki, cukup melalahkan memang. Kami sempat berhenti dibeberapa titik untuk melepas lelah. Kami sempat berhenti disebuah musholla untuk melaksanakan sholat serta duduk-duduk di kursi yang terletak di pinggir pantai yang teduh, menikmati desiran ombak di siang hari. Asik lah pokoknya
Setelah berjalan kurang lebih selama 2 jam , akhirnya kami sampai juga di Pantai Pangumbahan. Kami pun langsung mencari tempat yang teduh untuk menggelar tikar yang sudah dibawa dari rumah. Karena cuaca yang masih panas untuk bermain di pantai , kami duduk-duduk saja di atas tikar sambil bercengkerama.
Sembari yang lainnya masih menikmati udara siang, beberapa dari kami yang kelaparan mencari makan, dan akhirnya menemukan sebuah warung di depan Kantor Pelestarian Penyu . Walaupun menu yang disediakan cuman mie, tapi saya kira mie dobel + telor seharga 11 ribu sudah cukup membuat perut saya kenyang.
Setelah perut kenyang kami pun kembali ke pantai dan ternyata anak-anak yang lainnya udah nyebur. Karena tidak mau ketinggalan, saya pun ikut nyebur dan menikmati aliran ombak yang belum cukup besar saat itu. Aliran ombak yang belum cukup besar terasa enak jika mengenai badan, apalagi jika sampai terdoring jiak ombak yang datang cukup besar. Selain bermain ombak, kami juga membuat benteng dari pasir pantai untuk air dari ombak laut. Namun akhirnya benteng dihancurkan untuk mengubur salah satu teman kami dengan hanya menyisakan kepala nya diatas tanah. Bermain dipantai memang menyenangkan sih
Setelah puas bermain di pantai lalu kami membersihkan diri. Oh iya, di Pantai Pangumbahan disediakan kamar mandi lho. Ada sekitar 4 kamar mandi yang bisa dipakai, letaknya di komplek pelestarian penyu. Gampang kok nemunya. Setelah selesai mandi, saya pun kembali ke pantai untuk hunting foto sunset
Ditengah perburuan sunset ternyata udah saatnya melepas penyu. FYI, disini pelepasan penyu kecil dilaksanakan sekitar jam 5 sore, kalau mau ikut ngelepas penyu cukup bayar 5000 rupiah per orang. Duitnya buat ngebiayain konservasi penyunya. Penyu hijau saat ini merupakan satwa langka dan dilindungi, jadi sebelum melepas penyu sempat ada breifing kecil bahwa penyunya ga boleh dibawa pulang, kalau dibawa pulang nanti bisa dipenjara kalau ketahuan. Kalau pelepasan penyu besar biasanya sekitar jam 8 malam paling sore, bisa lebih malem tergantung bertelurnya si penyu karena penyu besar dilepaska setelah dia bertelur. hehe.
Penyu kecil dilepas secara bersamaan dan hilang seketika saat ombak datang. Penyunya lucu-lucu loh, jadi kalau main ke Ujung Genteng jangan sampai melewatkan acara ini yah
Setelah selesai melepas penyu saya kembali hunting foto sunset hingga sekitar pukul 06.00. Karena sudah semakin gelap dan sunset sudah mulai hilang kami pun beranjak dari pantai menuju warung yang menyediakan mie instan tadi. Karena habis bermain di pantai, saya kelaparan lagi dan akhirnya makan lagi
.
Malam ini kami menginap di Musholla Terminal Surade. Kemarin sudah janjian sama bapak angkot yang nganterin kami untuk menjemput kami di tempat konsrvasi penyu, soalnya kalau jalan lagi serem sih, gelap banget soalnya. Setelah shalat dan makan, akhirnya sekitar pukul 19.45 angkotnya datang dan kami pun menuju ke Terminal Surade untuk beristirahat.
Setelah sampai di Terminal Surade, kami langsung menuju musholla dan meletakkan barang bawaan kami. Beberapa dari kami pergi keluar untuk makan malam ( lagi ) , nyari yang nasi, kata orang jawa kan kalau belum makan nasi namanya belum makan :p. akhirnya kani menemukan sebuah warung yang direkomendasikan oleh bapak sopir angkot tadi, warung tersebut menyediakan berbagai macam lalapan, harganya cukup murah, hanya 10.000 rupiah.
Setelah makan, kami pun tidur dengan tidak lupa mengoleskan autan yang sudah dibeli tadi di warung depan konservasi penyu karena banyak nyamuk di Musholla Terminal Surade. Yah, akhirnya hari yang melelahkan dan menyenangkan harus berakhir, tpi besok masih ada air terjun ! yeay !
Review Day 2
Timeline :
04.00 – 04.25 : Bangun tidur , Shalat + Persiapan
04.25 – 05.00 : Jalan ke Pantai untuk melihat Sunrise
05.00 – 08.30 : Menyusuri Pantai
08.30 – 12.30 : Waktu bebas ( Makan , Mandi, Main bola dkk )
12.30 – 14.30 : Berjalan ke Pantai Pangumbahan
14.30 – 15.15 : Makan + Istirahat di pinggir pantai
15.15 – 16.30 : Main di Pantai
16.30 – 17.00 : Mandi
1700 – 18.00 : Hunting Foto + Melepas Penyu
18.00 – 19.45 : Istirahat + Menunggu Jemputan
19.45 – 20.30 : Perjalanan ke Terminal Surade
Biaya :
Makan Pagi : 7.000 ( Nasi + Telor ) + 1.000 ( Kopi bikin sendiri ) + 5.000 ( Pop Mie )
Beli Pentol : 3.000
Melepas Penyu : .5000
Makan Siang : 11.000 ( Mie Dobel + Telor )
Makan Malam 1 : 8.000 ( Mie Dobel )
Makan Malam 2 : 10.000 + 6000 ( Lalapan Ayam + Pulpy Orange ) + 2.500 ( Es Krim )
Angkot Pangumbahan ke Surade : 15.000
Penginapan ( 300.000/11 ) : 27.000
Total Day 2 : 90.500













[...] « Ujung Genteng : Surga di Ujung Jawa Barat ( Day 2 ) [...]