Ujung Genteng : Surga di Ujung Jawa Barat ( Day 3 )
December 29th, 2011 § 1 Comment
Hari ini hari terakhir kami , tapi bukan berarti kami tidak menikmatinya. Justru karena hari ini hari terakhir maka kami harus menikmatinya semaksimal mungkin. Hari ini kami pergi ke curug cikaso, bermain air, melihat pelangi, dan tak lupa hunting foto. 3 air terjun dalam satu tempat, subhanallah
DAY 3 : Kamis, 22 Desember 2011
Waktu menunjukkan sekitar pukul 04.45 ketika satu per satu dari kami mulai terbangun untuk melaksanakan sholat shubuh. Setelah sholat selesai, beberapa dari kami langsung keluar mencari kamar mandi untuk melaksanakan “penggilan alam”. FYI, salah satu kesulitan saat anda tidak menginap adalah tidak ada kamar mandi yang bersih, dan itu pula yang kami alami. DI terminal tersebut memang ada kamar mandi, tpi ya tahu sendiri lah kondisi kamar mandi di tempat umum di Indonesia kayak gimana. Karena tidak sanggup menghadapi tantangan yang dihadirkan oleh kamar mandi di terminal, beberapa dari kami harus berjalan jauh untuk menemukan kamar mandi yang layak, kamar mandi di masjid kecamatan yang jauh lebih layak.
Bagi manusia-manusia yang bepergian tanpa tempat penginapan, masjid adalah anugrah. Masjid bisa menjadi tempat menginap saat malam hari ( kalau diperbolehkan ) , fasilitas kamar mandi bersih tersedia, dan tempatnya luas pula. Tpi sekali lagi, mencari masjid seperti itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Saat semua manusia telah kembali dari petualangan mencari masjid, kami pun bersiap untuk meninggalkan terminal menuju curug cikaso. Sebelum meninggalkan terminal, kami menikmati terlebih dahulu udara pagi di terminal ditemani segelas kopi, like a boss. Kapan lagi pagi-pagi bisa nongkrong di terminal sambil menikmati kopi kalau ga pas bepergian kayak gini
Sekitar jam 06.30 kami mulai meninggalkan terminal surade menuju curug cikaso dengan masih menggunakan angkot yang membawa kami dari surade ke ujung genteng, maklum udah enak sama sopirnya. Untuk biayanya saya sendiri agak lupa, kalau ga salah sih 10.000/orang. Perjalanan yang menghabiskan waku +- 1 jam banyak diisi dengan bercengkerama, dan kemudian tidur. Sekitar pukul 07.30 kita telah sampai pada tujuan.
Ternyata angkot tidak langsung menuju curug cikaso. Kita harus naik perahu dulu untuk sampai ke curug cikaso. Biaya yang dikenakan sebenarnya 80.000/perahu untuk 10 orang, tapi karena kita ber 11 jadi biayanya naik 88.000 atau 8.000/orang. Biaya masuk curug cikaso sendiri sekitar 3.000 per orang. Jadi kalau ditotal 11.000/orang
Sebelum naik perahu menuju curug cikaso, kami memesan makanan terlebih dahulu ke warung yang terletak di pinggri sungai, itung-itung sekembalinya dari curug kami bisa langsung makan, hehe
. Ayam goreng + tempe dengan harga 10.000 rupiah per porsinya, cukup terjangkau.
Sebenernya kita bisa menuju curug tanpa memakai perahu, karena jarak curug yang cukup dekat dengan pangkalan perahu. Namun tentu kita tidak enak dengan warga sekitar, karena uang yang kita keluarkan digunakan untuk kebutuhkan hidup mereka. Harga 11.000/orang yang dikeluarkan juga saya kira tidak terlalu mahal mengingat apa yang akan kita dapatkan di curug cikaso nanti.
Perjalanan menuju curug cikaso hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit. Oh ya, ditengah perjalanan kami menemukan adanya pertemuan antara air muara dan air suangai yang mengakibatkan adanya 2 warna sungai yang terpisan. Warna hijau milik air dari muara dan warna cokelat dari air sungai.
Segar. Saat pertama kali menginjak area curug cikaso anda akan merasakan segarnya udara, apalagi saat itu kami datang pagi dan menjadi satu-satunya wisatawan. Oh iya, setiap rombongan wisatawan dibatasi maksimal 3 jam berada di curug untuk mencegah teralu banyaknya pengunjung yang dapat mengakibatykan pengunjung tidak bisa menikmati curug cikaso dengan leluasa.
DI curug cikaso, kita bisa melihat pemandangan 3 air terjun sekaligus, bukan hanya 1 atau 2. 2 air terjun utama yang cukup tinggi, dan 1 air terjun yang lebih kecil. Di curug cikaso kita bisa melihat pemandangan curug dari atas karena adanya tanah yang menjulang tinggi yang bisa kita naiki.
Hal pertama yang saya lakukan disana adalah hunting foto, sementara beberapa teman saya yang lain langsung nyebur ke aliran air terjun. Salah satu kesulitan saat mengambil foto disana adalah adanya air yang terbawa angin sehingga membuat kamera kita akan menjadi basah jika terlalu dekat dengan air terjun. Sehingga jangan lupa untuk menyiapkan kamera jika anda ingin hunting foto disini.
Setelah puas mengambil gambar air terjun, saya pun ikut nyebur. Daerah di deket air terjun yang kecil aliran airnya cenderung tenang sehingga kami pun bersantai disana, sambil menikmati pijitan dari air terjun yang mengenai badan kami. Setelah puas bermain air terjun kami kemudian menaiki sebuah batu yang berukuran cukup besar. Untuk naik ke batu tersebut, perlu perjuangan yang cukup berat karena jalannnya yang licin dan kita harus setengah mendaki. Dan rupanya perjuangan untuk turun lebih berat dari pada saat naik. Akan tetapi dengan bantuan bapak guide yang setiap hari udah naik turun batu tersebut kami dapat turun dengan selamat. Kalau misalkan ga ada bapak guide tersebut entah apa yang akan terjadi. Setelah itu kami pun kembali bermain di aliran air dari air terjun.
Oh iya, jika anda beruntung anda akan melihat pelangi di sekitar air terjun. Terhitung saat itu kami melihat sekitar 3 pelangi di tempat yang berbeda, dan pelanginya pun bertahan cukup lama, sehingga kami benar-benar menikmatinya.
Setelah puas bermain-main, kami mengeringkan badan sebentar dan kemudian berfoto bersama sebelum meninggalkan area curug cikaso. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB.
Makanan kami telah tersedia sekambalinya kami ke warung dimana kami memesan makanan tadi, dan saattnya makaaan
. Makan setelah badan capek akibat bermain-main memang terasa lezat, apalagi makanannya memang enak, rasa ayamnya ditambah sambalnya sungguh maknyos kalau kata pak bondan. Setelah acara makan-makan selesai, kemudian saya mandi untuk menyegarkan badan sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Kami pulang melewati jalur yang sedikit berbeda dengan saat berangkat. Untuk menuju terminal sukabumi kami menaiki Elf, sebelumnya kami diantarkan oleh bapak sopir angkot ke tempat Elf biasanya ngetem. Perjalanan dengan menggunakan Elf memang lebih cepat, namun sukses membuat kami semua pusing dan tidak bisa tidur karena jalan yang rusak dan cara sopir nyetir yang layaknya seorang pembalap. Sekitar pukul 14.30 kami sampai di dekat Terminal Sukabumi. Kami memutuskan untuk sholat dulu dan kemudian makan bakso sambil beristirahat meredakan pusing kepala akibat Elf tadi.
Sekitar pukul 15.15 WIB kami mulai menuju terminal dan bus berangkat menuju Bandung sekitar pukul 15.30 WIB . Entah kenapa, tapi saya hanya sedikit tidur pada perjalanan pulang , kebanyakan diisi bercandaan dengan konco-konco. Sampai Terminal Leuwipanjang sekitar pukul 20.00 WIB dan kemudian kami naik angkot untuk menuju kosan mahdan. Dan akhirnya setelah 3 hari perjalanan, kami sampai kembali ke kosan mahdan sekitar pukul 20.45 WIB .
Akhirnya perjalanan panjang telah berakhir, tapi Indonesia masih mempunyai banyak tempat untuk dikunjungi. Jangan kamu bangga berwisata ke luar negeri, jika wisata domestik saja kamu belum tamat
Review Day 3
Timeline :
04.45 – 06.30 : Bangun + persiapa ke curug cikaso + ngopi
06.30 – 07.30 : Perjalanan ke Curug Cikaso
07.30 – 10.00 : Main-main di Curug CIkaso
10.00 – 10.45 : Makan + Mandi
10.45 – 14.30 : Perjalanan ke Terminal Sukabumi
14.30 – 15.15 : Sholat dan Makan
15.15 – 20.00 : Perjalanan dari Terminal Sukabumi ke Terminal Leuwipanjang
20.00 – 20.45 : Perjalanan dari Terminal Leuwipanjang ke Kosan Mahdan
Biaya :
Kopi : 2.000
Makan ayam + tempe : 10.000
Bakso + Es Teh : 13.000
Angkot ke Curug Cikaso : 10.000
Anggkot ke Tempat ELf : 5.000
Elf ke Terminal Sukabumi : 25.000
Bus ke Terminal Leuwipanjang : 21.000
Angkot ke kosan mahdan : 6.500
Guide : 5.000
Total Day 3 : 97.500
Total Biaya 3 hari = 85.000 + 90.500 + 97.500 = 283.000 ( Galat + 20.000 )










[...] Setelah makan, kami pun tidur dengan tidak lupa mengoleskan autan yang sudah dibeli tadi di warung depan konservasi penyu karena banyak nyamuk di Musholla Terminal Surade. Yah, akhirnya hari yang melelahkan dan menyenangkan harus berakhir, tpi besok masih ada air terjun ! yeay ! Ujung Genteng : Surga di Ujung Jawa Barat ( Day 3 ) [...]