Dimana Hati Nurani Wakil Rakyat Kita ?

January 17th, 2012 § 1 Comment

Mereka yang duduk di Senayan yang menamakan diri mereka Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka yang saat pemilihan anggota Dewan berkampanye sana-sini menggemborkan bahwa mereka adalah wakil rakyat dan akan berjuang untuk rakyat. Mereka yang setelah pemilihan melupakan siapa mereka, dan kehilangan hati mereka.

Potret Wakil Rakyat

Saya tidak habis pikir dengan kinerja para wakil rakyat yang kita “cintai” ini. Sudah banyak hal yang membuat kita, masyarakat, merasa sangat kecewa dengan mereka. Bukan rahasia umum lagi jika saat sidang dilaksanakan, banyak anggota dewan yang tidur atau bahkan tidak menghadiri sidang tanpa alasan yang jelas. Selain itu, kita tentu tidak akan melupakan salah satu kejadian yang membuat kita malu sebagai pihak yang “katanya” diwakili, yakni ketika salah satu anggota DPR, Arifianto dari PKS, ketahuan menonton video porno saat sidang sedang dilaksanakan. Alasannya klise, itu adalah email spam yang tidak sengaja terbuka. Belum lagi kasus-kasus korupsi yang banyak menyeret anggota dewan serta hobi mereka untuk melakukan kunjungan ke luar negeri tanpa membawa hasil yang jelas. Semua itu adalah potret anggota DPR yang kita miliki saat ini.

Anggota DPR yang tidak berhati

Tapi semua kelakukan itu rasanya belum cukup bagi anggota DPR. Tahun lalu, anggota dewan merencanakan untuk membangun gedung baru bagi mereka dengan anggaran sebesar 1,2 Triliun. Sebuah angka yang fantastis jika kita bandingkan dengan keadaan ekonomi masyarakat yang serba susah saat ini. Setelah melalui proses yang cukup panjang dengan perdebatan disana-sini, akhirnya proyek itu dibatalkan.

Namun lagi-lagi hal itu tidak menyurutkan niat para anggota dewan untuk membuat proyek-proyek baru yang membuat rakyatnya hanya bisa mengelus dada. Pada awal tahun 2012 ini saja sudah ada 7 proyek yang direncanakan oleh anggota dewan dengan biaya yang tidak main-main. Adapaun ke-tujuh proyek itu antara lain  (source) :

  1. Perawatan Gedung DPR senilai 500 Miliar yang katanya sudah diefisiensi dari sebelumnya sebesar 800 Miliar
  2. Renovasi Ruang Rapat Anggota Badan Anggaran DPR senilai 20 Miliar
  3. Papan Selamat Datang DPR yang terbuat dari LED  senilai 4,8 Miliar
  4. Renovasi Tempat Parkir Motor senilai 3 Miliar
  5. Renovasi Toilet senilai 2 Miliar
  6. Pembuatan 11200 Kalender DPR senilai 1,3 Miliar sehingga setiap kalendernya bernilai sekitar Rp 116.000
  7. Pemberian Makan Rusa DPR senilai 598 Juta rupiah

Saya melihat proyek-proyek diatas sebagai sebuah pemborosan yang dilakukan oleh anggota dewan. Nilai-nilai yang tercantum pada proyek-proyek diatas sesuangguhnya jauh lebih besar dari pada nilai sesungguhnya yang harus dikeluarkan oleh anggota DPR. Kita lihat saja contoh nomor 6, proyek pembuatan kalender yang menghabiskan biaya sebesar Rp 116.000 / buah. Kalender apa yang harganya segini ? Padahal ha ya terdiri dari 13 halaman dan isinya cuman foto-foto saja, tidak masuk akal.

Demikian pula dengan biaya perawatan gedung yang luar biasa tidak masuk akal. Jika kita mau bermain logika, pembuatan gedung baru DPR yang dibatalkan menghabiskan biaya sekitar 1,2 T sehingga apakah mungkin jika biaya perawatan gedung mencapai 500 M atau sekitar 40% dari biaya pembangunan gedung ? Belum lagi rencana renovasi ruang rapat Banggar DPR yang mencapai 20 M. FYI, Banggar DPR adalah salah satu tempat yang dicurigai sebagai sarangnya korupsi di DPR. Dengan kinerja yang meragukan seperti itu, apakah mereka tidak malu mengajukan biaya pembangunan ruang rapat senilai 20 M ? Apakah dengan ruangan senilai 20 M kinerja mereka akan membaik ? yang ada justru mereka semakin nyaman untuk tidur saat sidang sedang berjalan.

Sekolah Ambruk

Semua kelakuan anggota DPR diatas dilakukan seolah mereka tidak melihat kebawah, tidak melihat bagaimana keadaan rakyat yang “kata” nya mereka wakili. Semua janji saat kampanyae hanyalah bualan-bualan yang tidak akan dilaksanakan ketika mereka sudah menjadi anggota dewan. Lihatlah kehidupan masyarakat kita ! Kemewahan gedung DPR mungkin telah membutakan mata mereka akan kehidupan masyarakat yang diwakili.

Disaat anggota dewan sedang bermewah-mewahan di DPR, berjuta-juta masyarakat harus berjuang keras untuk sekedar bertahan hidup. Disaat anggota dewan sedang merencanakan pembangunan gedung baru, beberapa anak bangsa harus meninggalkan dunia ini karena tertimpa reruntuhan bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai. Disaat anggota DPR berfoya-foya dengan kunjungan kerjanya ke luar negeri, masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang mereka karena harga BBM yang naik. Mereka adalah masyarakat kelas atas, dengan gajinya yang besar dan hati yang telah beku.

Tagged: , , , ,

§ One Response to Dimana Hati Nurani Wakil Rakyat Kita ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dimana Hati Nurani Wakil Rakyat Kita ? at mylife.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,040 other followers