Selamat Datang di Negeri Para Bedebah
January 21st, 2012 § Leave a Comment
Baru beberapa hari yang lalu saya memposting sebuah tulisan mengenai kebusukan wakil rakyat kita. Wakil rakyat yang sama sekali tidak mengayomi rakyatnya. Wakil rakyat yang sudah buta mengenail keadaan rakyatnya. Wakil rakyat yang sudah kehilangan nuraninya.
Berita tentang perjuangan keras yang harus dilalui anak-anak SD di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten akhir-akhir ini mulai menyebar dengan luas didunia maya. Awalnya saya tidak tahu menahu tentang hal ini hingga saya membaca sebuah postingan dari blog salah satu dosen IF ITB, Bapak Rinaldi Munir.
Berita ini mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia setelah salah satu koran terbesar di Inggris, Daily Mail, memunculkan berita tersebut dalam halaman website mereka. Dalam berita tersebut, mereka memaparkan bahwa anak-anak SD tersebut rela menempun bahaya dengan menyeberangi jembatan yang rusak tersebut untuk pergi ke sekolah karena untuk melalui jalan memutar membutuhkan waktu hingga 1,5 jam .
Disisi lain, tak jauh dari tempat mereka berada, tepatnya di Ibukota Jakarta, para anggota dewan sedang berfoya-foya menghabiskan uang wakil rakyat dengan melakukan berbagai macam pembangunan terhadap gedung DPR. Pembangunan yang tidak perlu mengingat masih banyak kebutuhan rakyat yang belum terpenuhi.
Simaklah puisi yang berjudul ” Negeri Para Bedebah ” karya Adhie Massardi beikut ini .
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyalaTahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentahDi negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrahMaka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnyaMaka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.
